Minggu, 23 November 2014

Laporan DAS


I.             PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Daerah Aliran Sungai (DAS) secara umum didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah/kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit)yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada sungai utama ke laut atau danau.
Daerah aliran sungai (DAS) secara umum adalah suatu wilayah daratan yang secara topografi dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung dan menyimpan curah hujan yang jatuh di atasnya kemudian mengalirkannya ke laut melalui sungai utama.
Dalam hidrologi dikemukakan, debit air sungai adalah tinggi permukaan air sungai yang terukur oleh alat ukur pemukaan air sungai. Pengukurannya dilakukan tiap hari, atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan waktu. Dalam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/dt).
Debit air adalah volume air yang mengalir melalui penampang basah sungai dalam satuan waktu tertentu yang biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik perdetik (m3/dt) atau liter/detik.  Faktor utama yang mempengaruhi ketinggian air sungai, adalah curah hujan yang terjadi di hulu tempat alat pengukur permukaan air sungai ditempatkan.  Karena curah hujan merupakan data deret waktu yang memiliki komponen musiman, dan siklus tahunan dengan karakteristik musim hujan panjang (kemarau pendek), atau kemarau panjang (musim hujan pendek). Debit air diukur dengan menggunakan rumus :
Dimana : Q = Debit air
A = Luas penampang basah
V = Kecepatan arus sungai
Dalam laporan-laporan teknis, debit aliran biasanya ditunjukan dalam bentuk hidrograf aliran.Hidrograf aliran adalah suatu perilaku debit sebagai respon adanya perubahan karateristik biogeofisik yang berlangsung dalam suatu DAS (oleh adanya pengelolaan DAS) dan atau adanya perubahan (fluktuasi musiman atau tahunan).
          Sungai itu terbentuk dengan adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian,umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yang tinggi, dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu, kemudian terkumpul dibagian yang cekung, lama kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh, akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air, selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah, mungkin mula-mula merata, namun karena ada bagian-bagian dipermukaan tanah.


1.2         Tujuan dan Kegunaan
          Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui metode pengukuran debit aliran sungai dan bisa dijadikan bekal untuk melakukan pengukuran-pengukuran potensi air permukaanyang dapat bermanfaat dalam pengelolaan sumberdaya air.
Manfaat yang diharapkan dari penyusunan laporan ini adalah dengan mengetahui metode pengukuran debit, mahasiswa juga dapat menganalisa dan mendesain pengelolaan sumberdaya air suatu kawasan yang memiliki tujuan-tujuan tertentu misalnya untuk penyediaan sumberdaya air kawasan. 


II.          TEMPAT DAN METODE PRAKTEK
2.1         Waktu dan Tempat
Praktek Pengelolaan Daerah aliran Sungai mengenai Debit Air dilaksanakan  pada  Hari  xxxxxxx,  yang  bertempat  di  xxxxxxxxx,  Kecamatan xxxxxx,  Kabupaten  xxxxxx   Propinsi  xxxxxxx.

3.2     Alat dan Bahan
Alat  yang  digunakan  dalam  kegiatan  ini  antara  lain  :
1   Alat tulis menulis
2    Pelampung berupa bola pimpong
2        Meteran Roll
3        Stowatch
4        Tali raffia
5        Kalkulator
6        Pita ukur
7        Patok


 3.3             Metode Praktikum
Adapun langkah kerja dalam praktikum mengenai Debit air adalah sebagai berikut :
1.         Menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan dalam praktikum.
2.         Menentukan titik yang akan digunakan sebagai acuan untuk melakukan pengukuran debit air sungai yang terdiri dari tiga titik yaitu titik I, titik II, dan titik III.
3.         Mengukur panjang sungai dari titik I sampai titik III yang terdiri dari panjang tengah, kanan, dan panjang kiri sungai.
4.         Mengukur lebar sungai pada titik I, Titik II, dan titik III.
5.         Mengukur kedalaman atau tinggi sungai dengan menggunakan tongkat (kayu) pada masing-masing titik dengan tiga kali pengulangan.
6.         Mengukur kecepatan arus sungai dengan menggunakan pelampung (Botol pimpong ) pada masing-masing titik dengan skema titik 1 ke titik 2,titik 2 ke titik 3, dan titik 1 ke titik 3 dengan tiga kali pengulangan, kemudian mencatat waktu dengan menggunakan stopwatch (hp) pada masing-masing pengulangan.
7.         Mencatat semua data yang diperoleh dari pengukuran kemudian menghitung data yang diperoleh dari pengukuran tersebut.


III.      HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1         Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Berdasarkan praktikum yang dilaksanakan didapat hasil sebagai berikut:
a.       Panjang penampang sungai : 4 m
b.      Lebar penampang sungai     : 4 m
Waktu yang dibutuhkann unutk sampai titik yang ditentukan :
Kecepatan arus sungai tepi kanan             : 3,32 detik
Kecepatan arus sungai tengah                  : 3,17 detik
Kecepatan arus sungai tepi kiri                 : 3,72 detik
c.       Pengukuran kedalamam / tinggi
      T  = (L1 x D1) + (L2 x D2) + (L3 x D3) + (L4 x D4)
= (1 x 0,3) + (1 x 0,37) + (1 x 0,48) + (1 x 0,21)
= 0,3 + 0,37 + 0,48 + 0,21
 = 1,36  m2
d.    Pengukuran kecepatan arus sungai
V (total)   = V (tengah) + V (kanan) + V (kiri)
                                            3
                    = 3,32 +  3,17 + 3,72
                                     3
              = 3,40 m/detik
e.       Perhitungan debit air (Q)
Q  = A x V
A  = P x L x T
    = 4 x 4 x 1,36
    = 21,76 m2
Q  = 21,76 m2 x 3,40 m/detik
    = 73,986 m3/detik
Jadi luas penampang sungai tersebut adalah 3,40 m/detik  sedangkan, kecepatan permukaan aliran sungai adalah 21,76 m2 dan debit air yang mengalir yaitu 73,986 m3/detik.

3.2         Pembahasan
Daerah aliran sungai (DAS) suatu ekosistem yang terdiri dari berbagai komponen biotik maupun abiotik di mana komponen utamanya adalah vegetasi, air, tanah, dan manusia dengan segala daya upaya yang dilakukan di dalamnya.Kawasan DAS terbagi dalam beberapa Sub DAS.  Sub DAS adalah suatu wilayah daratan yang menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkannya ke sungai utama melalui anak sungai atau sungai cabang.  Komponen DAS meliputi vegetasi, lahan dan sungai dengan air berperan sebagai pengikt keterkaitan dan ketergantungan antar komponen utama DAS dan Sub DAS.
Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi di lapangan.  Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah DAS. Pengukurannya dilakukan tiap hari, atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan waktu. Dalam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/dt).  Debit air diukur dengan menggunakan rumus


Dimana : Q = Debit air  (m3/s)
A = Luas penampang basah  (m2)
V = Kecepatan arus sungai  (m/s)
          Dalam  pengukuran  Debit  Aliran  Sungai,  kita  bisa  melihat  bahwa  adanya  perpaduan  yang  signifikan  antara  pengukuran  terhadap  luas  penampang,  yakni  perpaduan  antara  panjang,  lebar,  dan  tinggi  permukaan  air  sungai,  serta  kecepatan  air  yang  mengalir  pada  Sub  DAS  tersebut.  Pengukuran  ini  berlangsung  dalam  selang  waktu  15  menit,  dan  di  dalamnya  terdapat   beberapa  hambatan  yang  mempengaruhi  kegiatan  praktikan.  Oleh  karena  distribusi kecepatan  aliran  di  sungai  tidak  sama  baik  arah  vertikal  maupun  horisontal,  maka  pengukuran  kecepatan  aliran  dengan  alat  ini  tidak  cukup  pada  satu  titik.  Dengan  kata  lain  kecepatan  aliran  pada  tepi  alur  tidak  sama  dengan  tengah  alur, dan  kecepatan  aliran  dekat  permukaan  air  tidak  sama  dengan  kecepatan  pada dasar  alur.  Di  samping  itu,  adanya  keterbatasan  alat  ukur  debit  yang  mengharuskan  praktikan  untuk  memfasilitasi  alat  yang  sesuai  dengan  kondisi  lapangan.
          Hasil  pengukuran  tersebut  menunjukan  bahwa  kondisi  sumber  air  relatif  tidak  berubah  selama  kurun  waktu  tersebut.  Hal  tersebut  juga  didukung  dengan  kondisi  lingkungan  yang  relatif  tidak  berubah  dari  tahun  ke  tahun  baik  dari  flora,  bentang  alam,  dan  penutupan  lahannya.  Disamping  itu,  juga  menunjukan  bahwa  Kondisi  DAS  dipengaruhi  oleh  kondisi  sungainya. 
Untuk pengukuran aliran air secara tepat pada saluran terbuka dipasang bangunan yang mempunyai sifat-sifat hidrolik yang diketahui.
Ø   Pengukuran air sungai.
Pengukuran debit dengan cara ini dianggap paling akurat, terutama untuk debit aliran lambat seperti pada aliran mata air. Cara pengukurannya dilakukan dengan menentukan waktu yang di perlukan untuk mengisi kontainer yang telah diketahui volumenya. Prosedur yang biasa dilakukan untuk pengukuran debit dengan cara pengukuran volume adalah dengan membuat dam kecil (atau alat semacam weir) disalah satu bagian dari badan aliran air yang akan diukur. Gunanya adalah agar aliran air dapat terkonsentrasi pada satu outlet.

IV.      KESIMPULAN DAN SARAN
4.1         Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1)      Daerah aliran sungai (DAS) merupakan suatu ekosistem yang terdiri dari berbagai komponen biotik maupun abiotik di mana komponen utamanya adalah vegetasi, air, tanah, dan manusia dengan segala daya upaya yang dilakukan di dalamnya.wilayah daratan yang menampung dan menyimpan air hujan atau sumber-sumber air lain untuk kemudian menyalurkannya ke laut, melalui satu sungai utama. 
2)      Fungsi DAS dapat ditinjau dari dua sisi yaitu sisi ketersediaan (supply) yang mencakup kuantitas aliran sungai (debit), waktu, kualitas aliran sungai, dansisi permintaan (demand) yang mencakup tersedianya air bersih, tidak terjadinya bencana banjir, tanah longsor serta genangan lumpur Sulitnya mendapatkan air bersih merupakan faktor penentu utama kemiskinan dan buruknya kesehatan
3)      Bagian DAS terdiri dari hulu, hilir dan tengah.
4)      Debit air diukur dengan menggunakan rumus :
Dimana : Q = Debit air
A = Luas penampang basah
V = Kecepatan arus sungai
4.2         Saran
Dalam  Pengukuran  Debit  Air  Sungai  diharapkan  agar  terlebih  dahulu  memahami  konsep-konsep  dasar  dalam  Pengukuran  Debit  Air  Sungai,  dan  mempersiapkan  alat,  serta    objek  yang  memadai  untuk  kelangsungan  kegiatan.  Di samping itu sebaiknya fasilitas seperti alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum lebih dilengkapi agar hasil yang diperoleh dalam pengambilan data lebih maksimal dan kesalahan dalam pengambilan data juga dapat berkurang dan juga meningkatkan kerja sama dalam melakukan praktikum sehingga data yang di peroleh dapat maksimal.Selain itu agar praktikum dapat berjalan dengan seefisien mungkin se